Puisi Kenangan
Dalam kesempatan yang istimewa ini, saya akan mengabadikan puisi saya di lembar pertama blogger saya. puisi ini pernah saya ikutkan dalam seleksi 1.000 Pencipta Puisi yang diselenggarakan oleh FIM (Forum Indonesia Menulis), pada bulan Juli 2021.
Siang itu, saya menerima email dari admin panitia penyenggala. Bunyi dari email tersebut sebagai berikut :
INFORMASI PEMENANG SELEKSI NASIONAL CIPTA PUISI
SELAMAT & SUKSES Kepada Bapak/Ibu SARJUMANAH, S.Pd.
Sebagai pemenng 1000 Naskah Puisi terbaik dalam kegiatan Seleksi Nasional Cipta
Puisi bersama 1000 Guru-Guru dari seluruh Indonesia

Rasa bahagiapun tentu ada pada diri saya.
Karena sebagai seorang pemula yang belajar di
dunia puisi, mencoba kut seleksi dari ribuan
peserta saya bisa masuk salah satu
pemenangnya. Hal ini tentu saja memacu
semangat saya untuk semakin mencintai
dalam dunia tulis menulis, meskipun saya
masih berpredikat sebagai penulis pemula.
Tak apalah, yang penting niat dan semangat
ada dijiwa saya, sehingga keinginan belajar
dan belajar untuk bisa menulis semakin ada.
Hal yang menggembirakan lagi, karya
saya ternyata didokumentasikan menjadi
sebuah buku antologi yang berlabel ISBN.
Karya ini adalah buku antologi pertama saya,
yang berjudul "Seribu Bait Puisi Sang Guru."
Buku ini, benar-benar menjadikan kenangan
tersendiri bagi saya.
Untuk itu, sebagai kenangan dan berbagi
puisi tersebut akan saya dokumentasikan
di halaman ini. Semoga bermanfaat.
PERJUANGAN SI KECIL
Meski mungil kepak sayap
Terbang tinggi selalu siap
Tuk kelilingi indahnya bumi
Yang penuh kemilau mentari
Terbang, berpayung bias pelangi
Terobos langit biru nan tinggi
Tuk menggenggam segenap mimpi
Agar hidup penuh warna berseri
Berjuta harap kan menanti
Tuk dijemput Sang Pemberani
Hingga bintang singgah di hati
Terangi langkah hidup penuh arti
Jangan pernah yakin, Si Kecil tetap
kecil
Karna waktu kan mengubah segalanya
Karna ihktiar kan mengantar ke
singgasana
Karna doa kan menyempurnakan usaha
Kini . . .
Duniapun tersenyum bangga
Pelangipun menaria ceria
Melihatmu menoreh sejarah inda


Komentar
Posting Komentar